Sabtu, 07 Desember 2013

PENGOLAHAN SAMPEL

PENGAMBILAN DAN PENGOLAHAN SAMPEL
Bahan berkhasiat obat telah disediakan oleh alam ini,  sebagai  salah satu
sumbernya adalah tumbuhan yang terdapat secara  liar,  demikian pula tanaman yang
sengaja dibudidayakan karena telah diketahui  sebagai bahan dasar dalam pengobatan baik
secara empiris maupun yang telah dibuktikan khasiatnya dengan penelitian ilmiah.
Dalam pengambilan bahan alam  diperlukan sebuah cara yang khusus karena
sampel  yang akan diambil    memiliki sifat yang berbeda dengan  sampel  yang lainnya,
begitu pula mengenai waktu  pengambilannya dan alat yang  digunakan pada saat
pengambilan serta cara pengolahannya setelah masa pengumpulan/panen telah dilakukan.
Berikut ini akan diuraikan secara singkat  cara pengambilan sampel yang
berasal dari bagian tumbuhan/tanaman, meliputi :
a.  Akar (Radix), diambil bagian yang berada di  bawah tanah.
b.  Batang (Caulis), diambil mulai dari cabang pertama sampai leher akar , dipotong
dengan panjang dan diameter tertentu.
c.  Kulit batang/klika (Kortex), diambil dari batang utama dan cabang, dikelupas dengan
ukuran panjang dan lebar tertentu dan tidak mengambilnya dengan  satu lingkaran
penuh pada batang.
d.  Kayu (Lignum) diambil dari cabang atau batang, kulit dikelupas dan dipotong-potong
kecil.
e.  Daun (Folium), diambil daun tua (bukan daun kuning) daun kelima dari pucuk. Daun
dipetik satu persatu secara manual.
f.   Bunga (Flos), dapat berupa kucup, bunga mekar atau mahkota  bunga atau daun
bunga, dipetik langsung dengan tangan.
g.  Rimpang (Rhizoma), diambil dan dibersihkan  dari bulu-bulu akar, kemudian dipotong
melintang dengan ketebalan tertentu. Dipanen pada saat daun meluruh (layu)
h.  Buah (Fructus), dapat berupa buah matang, buah muda, dipetik dengan tangan.
i.   Biji (Semen), buah dikupas dan biji dikumpulkan dan dibersihkan,  diambil dari buah
yang masak.
j.   Herba adalah bagian tanaman yang berada di atas tanah, diambil dan dibersihkan.
Semua proses diatas dilakukan dengan dasar bahwa kandungan bahan
berkhasiat yang ada dalam tumbuhan/tanaman dalam keadaan maksimal dan untuk
sampel yang melakukan proses fotosintesis d iambil pada saat proses ini maksimum
(pukul 10:00– 12:00). Perlu diingat bahwa ada komponen kimia yang dapat berinteraksi
dengan alat yang digunakan pada saat  sampel tersebut dikumpulkan/dipanen,  hal ini
apabila dibiarkan akan merusak komponen yang ada dalam sampel tersebut.
Setelah proses pengumpulan telah dilakukan  maka tahapan selanjutnya adalah
pencucian yang bertujuan untuk membersikan sampel dari sisa-sisa tanah/kotoran yang
masih melekat    dan memisahkannya dengan  bagian tumbuhan yang tidak diinginkan.
Sampel yang basah sangat rentan tehadap pertumbuhan mikroba, maka untuk mencegah
hal ini diperlukan tahapan selanjutnya yaitu proses pengeringan. Hal ini bertujuan untuk
memperoleh simplisia yang dapat disimpan lebih lama, susut pengeringan yang
diingikan adalah 10 %.
Secara umum proses pengeringan dipercepat  dengan  memotong-motong kecil sampel dengan
derajat halus 4/18, akan tetapi untuk sampel yang mengandung minyak menguap proses ini
dilakukan setelah sampel kering, ini bertujuan untuk mencegah menguapnya minyak yang
terkandung dalam sampel. 

Kamis, 28 November 2013

About me

My Profile

Andi Herunnisa,. Lahir Sengkang,06 Januari 1993. Anak kedua dari 2 bersaudara.
saya lulusan SMaN 2 Sengkang... tapi sekarang dah di makasaar melanjutkan pendidikan. Saya kuliah dijurusan farmasi diploma III di STIKES Nani hasanuddin Makassar,... yah walau pun gak tembus di unhas tetangga unhas pun gak papa yah.. yang terpenting adalah impian saya untuk sekolah di Makassar bisa tercapai .... emmmm apa lagi yah... 
Saya lulus Diploma tahun 2013... baru kok... tpi karena kayak nanggung nih... jadi lanjut ke S1 di Universitas Islam Makassar......
awalnya sih, mikir yah mau  kerja punya penghasilan sendiri..... tapi yah berhubung keputusan yang saya ambil untuk melanjutkan kembali pendidikan saya.... untuk dunia kerja saya belum tahu sedikit pun....